Jurnal AbdiMas Bongaya https://ojs.stiem-bongaya.ac.id/JAB <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal AbdiMas Bongaya&nbsp;(JAB)&nbsp; (e-ISSN&nbsp;2808-9324)&nbsp; </strong>adalah&nbsp;<em>jurnal&nbsp;</em>yang memuat artikel-artikel ilmiah dari berbagai disiplin ilmu, diadopsi dalam berbagai aktivitas pengabdian dosen dan mahasiswa. Diantaranya praktisi, dan ahli kepada masyarakat serta penelitian terapan lainnya. Artikel-artikel yang dipublikasikan di JAB meliputi hasil-hasil penelitian ilmiah asli, artikel ulasan ilmiah bersifat baru, atau komentar dan kritik terhadap tulisan maupun dalam terbitan berkala ilmiah lainnya.</p> <p style="text-align: justify;">JAB menerapkan kebijakan<em>&nbsp;blind review,&nbsp;</em>dimana setiap tulisan masuk akan dikirimkan kepada mitra bestari yang terdaftar di JAB. Perekrutan mitra bestari dilakukan secara terbuka berbasis kepada kebutuhan. JAB menerima manuskrip atau naskah artikel dalam bidang riset terapan dan pengabdian masyarakat, mencakup bidang keilmuan yang relevan. Seperti bidang : biosains, kesehatan, kelautan, pertanian, pendidikan, hukum, ekonomi, dan keteknikan.</p> STIEM Bongaya Makassar en-US Jurnal AbdiMas Bongaya 2808-9324 Sinergi Perlindungan Konsumen dan Pemberdayaan UMKM Dalam Pemanfaatan Trotoar Sebagai Ruang Publik Di Kota Gorontalo https://ojs.stiem-bongaya.ac.id/JAB/article/view/1118 <p>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat mengenai pemanfaatan trotoar sebagai ruang publik yang dapat mengakomodasi aktivitas UMKM tanpa mengabaikan perlindungan konsumen serta hak pejalan kaki. Kegiatan dilaksanakan di Kota Gorontalo dengan menggunakan pendekatan <em>Participatory Action Approach</em> yang menempatkan pelaku UMKM, masyarakat dan pemangku kepentingan sebagai subjek utama dalam proses identifikasi masalah, perumusan solusi, dan evaluasi kegiatan. Sasaran kegiatan meliputi pelaku UMKM, masyarakat, mahasiswa, dosen serta pemerintah daerah yang memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan ruang publik. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan identifikasi kondisi pemanfaatan trotoar, penyuluhan hukum, diskusi partisipatif serta monitoring dan evaluasi melalui dokumentasi dan kuesioner berbasis Google Form. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi utama trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki, batas pemanfaatan ruang publik, hak dan kewajiban pelaku usaha, perlindungan konsumen serta pentingnya penataan aktivitas UMKM secara tertib. Partisipasi aktif peserta dalam diskusi juga menunjukkan adanya kebutuhan terhadap kebijakan yang mampu mempertemukan kepentingan ekonomi UMKM dengan aspek keamanan, kenyamanan dan aksesibilitas masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan partisipatif yang mengintegrasikan aspek regulasi, perlindungan konsumen dan administrasi pemerintahan dapat menjadi strategi dalam mendorong pemanfaatan ruang publik yang tertib, berkeadilan dan berkelanjutan tanpa menghilangkan fungsi utama trotoar sebagai fasilitas pejalan kaki.</p> Nirwan Junus Karlin Z. Mamu2 Sri Nanang Meiske Kamba Mutia Cherawaty Thalib Waode Mustika Avelia Rahma Y. Mantali Moh. Taufiq Zulfikar Sarson Julius T. Mandjo Irlan Puluhulawa Akbar Hidayatullah Daud Copyright (c) 2026 Jurnal AbdiMas Bongaya 2026-09-02 2026-09-02 6 2 1 10 Pendampingan Diversifikasi Produk Olahan Ikan Bernilai Tambah bagi Nelayan dan Kelompok Pengepul di Desa Sanrobone https://ojs.stiem-bongaya.ac.id/JAB/article/view/1116 <p>Desa Sanrobone, Takalar, memiliki potensi perikanan yang besar, namun masyarakat masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah hasil tangkapan menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan nelayan serta kelompok pengepul dalam diversifikasi produk olahan ikan bernilai tambah. Metode yang digunakan adalah pelatihan intensif satu hari (8 jam) dengan pendekatan experiential learning yang menekankan praktik langsung (75%) dan teori (25%), dilaksanakan pada 5 Mei 2026 di Balai Desa Sanrobone dengan 19 peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 38,95 menjadi 79,47 (N-Gain=0,66 kategori sedang-tinggi; p-value=0,000). Keterampilan praktik peserta mencapai rata-rata 83,6% kategori "Baik", dengan capaian tertinggi pada pembuatan bakso ikan (89,5%) dan nugget ikan (84,2%), serta capaian terendah pada kaki naga ikan (73,7%). Tingkat kepuasan peserta sangat tinggi (4,52 dari 5; 91,6% skor ≥4). Sebanyak 5 jenis produk olahan ikan berhasil diproduksi dengan kualitas baik hingga sangat baik. Kegiatan mencapai 7 dari 9 indikator keberhasilan (77,8%). Pelatihan intensif satu hari dengan pendekatan experiential learning efektif meningkatkan kapasitas pengolahan hasil perikanan masyarakat pesisir, meskipun pendampingan lanjutan tetap diperlukan untuk optimalisasi usaha.</p> Dahniyar Daud Andi Agus Andi Rahmat Gunawan L. Pongkapadang M. Irwan Nur Hamidin Andi Dahrul Andi Patiware Elyas Albar Copyright (c) 2026 Jurnal AbdiMas Bongaya 2026-08-20 2026-08-20 6 2 11 22 Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Maritengae Sampai Dengan TPA Patommo https://ojs.stiem-bongaya.ac.id/JAB/article/view/1114 <p>Pengelolaan sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan paling mendesak di Kabupaten Pinrang, khususnya di Kecamatan Maritenggae yang menjadi salah satu penyumbang timbulan sampah harian terbesar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Maritenggae dan TPA Patommo, serta memberikan rekomendasi solusi pengelolaan sampah yang berbasis teknologi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan: (1) persiapan dan identifikasi masalah melalui observasi lapangan dan wawancara; (2) sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan pengelola TPA; (3) pelatihan dan demonstrasi praktik pengelolaan sampah; (4) implementasi dan pendampingan; serta (5) evaluasi dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di Kecamatan Maritenggae masih bersifat konvensional dengan pola kumpul-angkut-buang tanpa pemilahan yang memadai. Komposisi sampah didominasi oleh sampah organik sebesar 58% dari total timbulan sampah harian sebesar 32,5 ton. TPA Patommo masih menggunakan metode open dumping tanpa dilengkapi sistem penutupan sampah, pengolahan lindi, dan pengumpulan gas metana yang memadai. Kendala utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan anggaran, kurangnya sarana dan prasarana, rendahnya partisipasi masyarakat, serta belum adanya teknologi pengolahan. Kegiatan ini merekomendasikan penguatan regulasi daerah, peningkatan anggaran, pengembangan infrastruktur TPS3R, peningkatan sistem TPA menuju controlled landfill, serta pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah dan pengomposan. Dengan pendekatan yang komprehensif dan terintegrasi, pengelolaan sampah di Kecamatan Maritenggae dan TPA Patommo dapat ditingkatkan menuju sistem yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi lingkungan, kesehatan masyarakat, dan perekonomian lokal.</p> Ilyas Zulkarnaen Basir Copyright (c) 2026 Jurnal AbdiMas Bongaya 2026-08-31 2026-08-31 6 2 41 53 Pendampingan Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Potensi Desa untuk SD Sanrobone https://ojs.stiem-bongaya.ac.id/JAB/article/view/1115 <p>Desa Sanrobone, Takalar, memiliki potensi besar di bidang pertanian, perikanan, dan kerajinan yang belum terintegrasi secara optimal dalam pembelajaran di Sekolah Dasar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menyusun kurikulum muatan lokal berbasis potensi desa serta meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan dan mengimplementasikannya. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif dengan pendekatan PAR (Participatory Action Research) dan ABCD (Asset-Based Community Development), dilaksanakan selama 3 bulan (Mei-Agustus 2026) melalui 4 tahap: identifikasi potensi, perancangan kurikulum, pengembangan bahan ajar, dan uji coba terbatas. Kegiatan melibatkan 26 peserta dari guru, kepala sekolah, komite, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan guru dari 42,67 menjadi 86,00 (N-Gain=0,75 kategori tinggi; p-value=0,000). Kurikulum berhasil disusun dengan 12 KD, 4 silabus, dan 12 RPP. Bahan ajar yang dihasilkan meliputi 3 modul, 5 LKS, 3 media pembelajaran, dan 1 panduan guru dengan skor kelayakan 4,32 dari 5 (sangat baik). Uji coba terbatas pada 54 siswa menunjukkan respons positif (4,54 dari 5; 90,7% skor ≥4). Keterampilan guru mencapai 85,3% kategori baik dan kepuasan peserta 93,1%. Pendampingan partisipatif efektif mengembangkan kurikulum muatan lokal berbasis potensi desa dan meningkatkan kapasitas guru, meskipun pendampingan lanjutan diperlukan untuk optimalisasi implementasi.</p> Herman Sjahruddin Syamsul Ridjal Andi Sulfati Nuramal Sitti Mispa Muhammad Umar Data Nur Syamsu Rizki Arianty Akob Alimuddin Syar Copyright (c) 2026 Jurnal AbdiMas Bongaya 2026-08-25 2026-08-25 6 2 54 62