Mini Barista School Denpasar dari Rp 35 Juta Sugar Rush 1000

Mini Barista School Denpasar dari Rp 35 Juta Sugar Rush 1000

Cart IDR 10,000,- sales
Mini Barista School Denpasar dari Rp 35 Juta Sugar Rush 1000
Mini Barista School Denpasar dari Rp 35 Juta Sugar Rush 1000

Mini Barista School Denpasar dari Rp 35 Juta Sugar Rush 1000

Seorang barista berpengalaman di Denpasar memanfaatkan modal Rp 35 juta untuk membuka mini barista school—kelas kopi singkat yang ramah pemula, ditujukan bagi pelajar, pemilik kedai kecil, dan pekerja paruh waktu yang ingin mengasah keterampilan seduh. Dengan kurikulum padat, peralatan ringkas namun representatif, serta pendekatan belajar praktik 70%, sekolah kecil ini menyiapkan peserta agar mampu bekerja di kedai atau mengoperasikan usaha kopi skala rumahan dengan percaya diri.

Mengapa Mini Barista School?

Denpasar dan kawasan sekitarnya memiliki ekosistem kopi yang hidup—kedai independen, roaster lokal, serta arus wisata. Banyak UMKM ingin menaikkan standar minuman, namun kesulitan menemukan pelatihan yang singkat, terjangkau, dan fokus praktik. Mini barista school mengisi celah tersebut: kelas 1–2 hari yang langsung menyentuh inti—dial-in espresso, resep manual brew, dan servis pelanggan. Sertifikat partisipasi diberikan sebagai bukti pelatihan; yang lebih penting, peserta pulang dengan muscle memory dasar dan SOP yang bisa diterapkan besok juga.

Pendiri sekolah menekankan nilai “people-first coffee” — cita rasa harus seimbang, tetapi keramahan barista dan kebersihan bar adalah pondasi layanan. Kurikulum memadukan aspek teknis dan service etiquette.

Alokasi Modal Rp 35 Juta: Peralatan yang Relevan Industri

Modal dibelanjakan pada alat yang mencerminkan situasi kedai nyata sekaligus mudah dirawat:

Mesin espresso semi-otomatis 1 group + grinder burr (Rp 18–20 juta): cukup untuk latihan dial-in, pengaturan yield, dan milk steaming.
Manual brew kit (Rp 4–5 juta): V60, Kalita, Aeropress, French press, server kaca, kettle leher angsa listrik, timbangan 0,1 g, timer.
Latte art (Rp 2–3 juta): pitcher beragam ukuran, thermometer susu, latte art pen, practice liquid untuk latihan tanpa pemborosan.
QC & kebersihan (Rp 3–4 juta): refraktometer TDS sederhana, shot mirror, cloth set, sikat grup, backflush detergent, descaler, lap mikrofiber, knock box, tamp dan mat.
Operasional & materi (Rp 3–4 juta): meja bar sederhana, kursi lipat 8–10 orang, modul cetak, biji kopi dari 2–3 roaster lokal, susu UHT, dan konsumsi ringan.

Ruang 3×6 meter disulap menjadi micro-bar dengan alur aman: area mesin & grinder (instruktur), stasiun manual brew (peserta), dan meja teori. Ventilasi dan exhaust ringan dipasang untuk kenyamanan saat steaming.

Struktur Kurikulum: Padat, Praktis, Terukur

Kurikulum dirancang modular agar bisa dipaket per 4 jam (half-day) atau 8 jam (full-day):

Dasar Espresso — anatomi mesin & grinder, dial-in (rasio, waktu, yield), channeling & tamping konsisten, kebersihan grup.
Milk & Latte Art Dasarsteaming mikrofoam, suhu ideal, tuang heart dan tulip sederhana, etika servis minuman susu.
Manual Brew Essentials — V60/Kalita/Aeropress, variabel grind–rasio–suhu–agitation, troubleshooting over/under extraction.
QC & Sensorik — pengenalan TDS, refractometer dasar, catatan rasa sederhana (aroma, body, acidity, aftertaste).
Bar Workflow & Hygiene — urutan kerja, bar reset, food safety, dan komunikasi saat ramai.

Setiap modul berakhir dengan latihan terstruktur dan checkpoint kecil (misal: membuat 3 shot konsisten dalam 10 menit, atau menyeduh V60 200 ml dalam 2:30–3:00 dengan TDS target). Format ini menanamkan kebiasaan baik sejak awal.

Paket Kelas & Harga

Half-Day Fundamentals (4 jam): dasar espresso atau manual brew, 1 instruktur:6–8 peserta, sertifikat partisipasi, practice beans & susu inklusif.
Full-Day Barista Basics (8 jam): espresso + milk + workflow, latihan intensif, simulasi jam sibuk.
Weekend Latte Art Clinic (3 jam): fokus steaming & pola dasar, latihan berulang.
UMKM Coffee Upgrade: in-house coaching di kedai klien—standarisasi resep, desain menu sederhana, costing, dan layout bar kecil.

Skema diskon tersedia untuk pelajar, serta paket berdua. Kuota kecil memastikan setiap peserta mendapat waktu praktik memadai di mesin.

Metode Pengajaran: “Demonstrate → Drill → Deploy”

Instruktur mendemokan teknik dengan kamera kecil mengarah ke portafilter/gelas, ditampilkan ke layar agar semua peserta melihat detail aliran shot. Peserta kemudian melakukan drill berulang; instruktur memberi koreksi pada grind size, distribution, tamp, dan sudut tuang. Sesi diakhiri deploy—simulasi pesanan 5–10 minuman berurutan agar peserta belajar manajemen waktu dan kebersihan area kerja.

Semua shot dicatat (rasio, waktu, TDS/opsional), peserta diminta menyimpulkan hubungan variabel dengan rasa. Pendekatan ini membangun intuisi, bukan sekadar hafalan.

SOP Kebersihan & Keselamatan

Setiap kelas dimulai dengan tool check dan bar reset. Backflush dilakukan di jeda makan siang dan setelah kelas. Pitcher susu dipisah (latte/cappuccino), suhu steaming dijaga 55–60°C untuk pemula agar aman. Lantai area mesin diberi karpet anti-selip; peserta memakai apron dan kain pembersih terpisah (mesin/susu/umum) untuk mencegah kontaminasi silang.

Penggunaan listrik diawasi MCB terpisah; tabung gas tidak dipakai (semua elektrik) untuk mengurangi risiko. Tumpahan ditangani segera, dan gelas panas tidak diletak di pinggir meja. Sekolah mematuhi prinsip food safety sederhana: tangan bersih, kuku pendek, rambut diikat.

Kolaborasi dengan Roaster & Kedai Lokal

Mini school menggandeng 2–3 roaster Bali untuk pasokan biji latihan dan cupping ringan. Kedai mitra menyambut lulusan untuk trial shift berbayar sebagai jembatan menuju kerja. Kolaborasi saling menguntungkan: sekolah mendapat bahan & wawasan, kedai memperoleh barista pemula yang sudah menguasai SOP dasar.

Peserta juga diajak berkunjung singkat ke roastery untuk memahami pengaruh roasting terhadap ekstraksi—membangun rasa hormat pada rantai nilai kopi.

Marketing: Portofolio Kelas & Testimoni

Instagram menampilkan reels latihan latte art, dial-in cepat, dan before–after pour peserta. Highlight berisi jadwal kelas, harga, dan link pendaftaran. Google Business Profile memudahkan calon peserta menemukan lokasi, dengan foto fasilitas, mesin, dan suasana kelas. Brosur digital disebar ke komunitas pelajar, penggiat pariwisata, dan pemilik kedai di Denpasar–Kuta–Sanur.

Alumni diberi grup WhatsApp untuk tanya-jawab dan lowongan kerja kedai mitra. Program “Bring Your Boss” memberi potongan bila peserta membawa pemilik usaha tempat ia bekerja—mendorong peningkatan standar kedai secara sistemik.

Biaya Operasional, Arus Kas, dan BEP

Biaya variabel utama adalah biji latihan, susu, listrik, dan deterjen pembersih. Dengan target 6–8 kelas per bulan (campuran half-day dan full-day, 6–8 peserta/kelas), proyeksi break-even point berada di 5–7 bulan, bergantung keterisian kelas dan penjualan layanan UMKM on-site. 8–10% pendapatan disisihkan untuk perawatan mesin (gasket, shower screen, cleaning kit) dan kalibrasi grinder.

Pembayaran dilakukan DP saat booking, pelunasan H-1. Kebijakan pembatalan jelas—penjadwalan ulang diperbolehkan 1 kali, dengan batas waktu tertentu. Invoice memisahkan biaya kelas dan bahan agar transparan.

Risiko & Mitigasi

Kerusakan alat: jadwal kelas diselingi hari perawatan; tersedia grinder cadangan. Kelas kosong: jalankan early-bird dan last-minute deal, atau konversi ke kelas privat 1–2 orang dengan materi disesuaikan. Kualitas tidak merata: batasi kuota, jaga rasio instruktur:peserta, dan dokumentasikan progres dengan checklist skill yang ditandatangani.

Biaya bahan naik: sesuaikan porsi latihan (practice liquid untuk latte art), negosiasi dengan roaster, atau tambahkan biaya bahan bila diperlukan—selalu disampaikan di awal.

Jalur Lanjutan & Dampak

Setelah kelas dasar, sekolah membuka modul lanjutan (sensori menengah, pengembangan resep signatur, dan menu engineering). Untuk UMKM, ada paket audit bar (alur kerja, posisi alat, costing). Dampaknya terasa: lulusan mendapatkan pekerjaan part-time, kedai kecil meningkatkan konsistensi, dan wisatawan menikmati kopi yang lebih baik di banyak titik kota.

Pada akhirnya, kualitas pendidikan kopi tidak selalu membutuhkan kampus besar—yang diperlukan adalah alat relevan, instruktur yang sabar, dan kurikulum yang menyalakan rasa ingin tahu. Dari ruang kecil di Denpasar, mini barista school ini menyalakan semangat banyak orang untuk menyeduh kopi dengan hati, ilmu, dan keterampilan yang bisa diuji di bar mana pun.

by
by
by
by
by

Tell us what you think!

We'd like to ask you a few questions to help improve ThemeForest.

Sure, take me to the survey
Mini Barista School Denpasar dari Rp 35 Juta Sugar Rush 1000 Selected
$1

Use, by you or one client, in a single end product which end users are not charged for. The total price includes the item price and a buyer fee.