QRIS sebagai Instrumen Kedaulatan Ekonomi Digital: Analisis Protes Amerika Serikat terhadap Sistem Pembayaran Indonesia

Authors

  • Achmad Amzal Maulana Universitas Pancasakti Makassar
  • Ampauleng STIEM Bongaya
  • Salma Abdullah STIEM Bongaya
  • Siti Fatimah STIEM Bongaya

DOI:

https://doi.org/10.37888/bjrm.v9i2.998

Abstract

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) is a strategic policy issued by Bank Indonesia to standardize the national digital payment system. This study aims to analyze the urgency of QRIS as an instrument of digital economic sovereignty and the dynamics of the United States' protest against this policy. Using a qualitative approach with a multiple case study method, this research analyzes Bank Indonesia policy documents, the 2024 USTR report, and related literature. The results show that QRIS improves transaction efficiency, financial inclusion, and state oversight of domestic money flows. However, data localization and national standardization policies triggered a US protest through the USTR, which considered them trade barriers. Indonesia responded with coalition diplomacy through the ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) and strengthened sovereignty-based digital governance. This study concludes that QRIS functions not only as a payment tool but also as a strategic instrument of digital economic sovereignty amid global competition. Policy recommendations include strengthening regulations, improving digital literacy, and fostering South-South collaboration to reduce dependence on foreign payment systems.

References

Bappenas (2024). Laporan dampak ekonomi digital di daerah tertinggal. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.

Bank Dunia. (2024). Menjembatani kesenjangan digital: Kebutuhan investasi infrastruktur di Indonesia. Washington, DC: Bank Dunia

Bank Sentral Filipina. (2023). Laporan tahunan tentang adopsi pembayaran digital. Manila: BSP.

Bank Indonesia. (2024). Laporan Sistem Pembayaran Digital Nasional. Jakarta: Bank Indonesia.

Bank Korea. (2023). K-Pay dan masa depan sistem pembayaran nasional. Seoul: BOK.

Braithwaite, J. (2008). Kapitalisme regulasi: Cara kerjanya, ide-ide untuk membuatnya bekerja lebih baik. Penerbitan Edward Elgar.

Chen, L., & Lee, H. (2024). Inovasi defensif dalam kebijakan digital Asia Tenggara. Jurnal Ekonomi Asia, 89, 101–115.

Creswell, JW, & Poth, CN (2018). Penyelidikan kualitatif dan desain penelitian: Memilih di antara lima pendekatan. Sage.

CSIS. (2024). Dampak ekonomi dari lokalisasi data: studi kasus Indonesia. Jakarta: Pusat Studi Strategis dan Internasional.

Denzin, N. K. (2017). Tindakan penelitian: Pengantar teoretis untuk metode sosiologis. Routledge.

Dewa, IGM, dkk. (2023). Kendala adopsi QRIS di kalangan UMKM di Kabupaten Karangasem. Jurnal Ekonomi Digital, 2(3), 45–60.

Gupta, R., & Kumar, S. (2024). Transformasi digital di negara berkembang: Ekosistem kebijakan dan kerangka kelembagaan. Peramalan Teknologi dan Perubahan Sosial, 198, 122–134.

Hayati, IK Furqon (2025). Tantangan dan peluang penerapan pajak digital di Indonesia di era ekonomi digital. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 10–25.

Jurnal Ekonomi Digital. (2023). Kendala adopsi QRIS di kalangan UMKM di Kabupaten Karangasem. Jurnal Ekonomi Digital, 2(3), 45–60.

Jurnal Nusantara. (2025). Peran Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial dalam Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan. Jurnal Nusantara, 2(1).

Jurnal Layanan Sosial. (2025). Sosialisasi dan implementasi aplikasi QRIS untuk meningkatkan sistem pembayaran digital UMKM di Kantin Universitas Pelita Bangsa. Jurnal Layanan Sosial, 1(1).

Kementerian Agama. (2024). Fatwa transaksi digital dalam perspektif fiqh kontemporer. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kementerian Koperasi dan UKM. (2023). Statistik UMKM Indonesia 2023. Jakarta: Kementerian K operasi dan UKM.

Kominfo. (2024). Indeks kapasitas digital 34 provinsi. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika. Lincoln, Y. S., & Guba, EG (1985). Penyelidikan naturalistik. Sage.

M Ulva, D Hadiprahada, MA Firmansyah (2025). Analisis Komunikasi Kampanye Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu tentang Peningkatan Pengguna QRIS di Provinsi Bengkulu. COMSERVA: Publikasi Indonesia, 2025, 1(1).

Miles, MB, Huberman, AM, & Saldaña, J. (2014). Analisis data kualitatif: Buku sumber metode. Sage.

Nahdlatul Ulama. (2024). Hasil Bahtsul masail pada transaksi digital. Surabaya: Ta'lif wan Nasyr NU Institute.

Nurhayati, D. (2024). Keraguan digital di Indonesia Timur: Etnografi hambatan adopsi QRIS. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Palinkas, LA, dkk. (2015). Pengambilan sampel yang bertujuan untuk pengumpulan dan analisis data kualitatif dalam penelitian implementasi metode campuran. Administrasi dan Kebijakan dalam Kesehatan Mental, 42(5), 533–544.

Pematangsiantar. (2025). Peningkatan kapasitas UMKM melalui penerapan Sistem Pembayaran Digital (QRIS) di Kota Pematangsiantar. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2).

Pohle, J., & Thiel, F. (2020). Kedaulatan digital: Landasan konseptual dan implikasi kebijakan. Jurnal Kebijakan Digital, 5(1), 12–29.

Pusat ASEAN-Jepang. (2024). Studi komparatif kebijakan lokalisasi data di ASEAN. Tokyo: AJC.

Rhodes, WAR (1997). Memahami tata kelola: Jaringan kebijakan, tata kelola, refleksivitas, dan akuntabilitas. Open University Press.

R Arnanda, S Syahbudi, Y Yulia (2025). Pengaruh pemahaman dan kemudahan terhadap keputusan penggunaan sistem transaksi digital QRIS terhadap pelaku UMKM di Kota Pontianak. Jurnal Ekonomi Syariah, 3(1), 23–38.

Sari, DP, dkk. (2023). Permasalahan penerapan Quick Response Code Indonesia Standard untuk kemajuan ekonomi digital pelaku usaha UMKM. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(2), 123–137.

Sari, DP, dkk. (2025). Tantangan dan peluang penerapan pajak digital di Indonesia di era ekonomi digital. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 5(1), 10–25.

Schmidt, A. (2021). Tekno-nasionalisme di era digital. Jurnal Internasional Ekonomi Politik, 48(2), 134–152.

Sekretariat ASEAN. (2024). Tautan pembayaran QR lintas batas: Laporan kemajuan. Jakarta: ASEAN.

Suryajaya, E., & Wijaya, R. (2023). Pengaruh pengelolaan sekuritas aplikasi terhadap keputusan pengguna dalam mengambil keputusan untuk menggunakan aplikasi DANA sebagai e-wallet pilihan dalam menerapkan ekonomi digital berdasarkan kedaulatan Republik Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pemerintahan Indonesia, 6(1), 45–59.

UNCTAD. (2024). Mendesain ulang tata kelola digital global: Perspektif selatan. Jenewa: Perserikatan Bangsa-Bangsa.

USITC. (2024). Investigasi hambatan perdagangan digital Indonesia. Washington, DC: Komisi Perdagangan Internasional Amerika Serikat.

USTR. (2024). Laporan tentang kebijakan pembayaran digital Indonesia. Washington, DC: Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat.

Wahid.R. (2024). QRIS dan keuangan Islam: Perspektif maqasid al-syariah. Yogyakarta: Al-Ghazali Press

Yin, RK (2018). Penelitian dan aplikasi studi kasus: Desain dan metode. Sage.

Downloads

Published

2026-05-23

How to Cite

Achmad Amzal Maulana, Ampauleng, Salma Abdullah, & Siti Fatimah. (2026). QRIS sebagai Instrumen Kedaulatan Ekonomi Digital: Analisis Protes Amerika Serikat terhadap Sistem Pembayaran Indonesia. BJRM (Bongaya Journal of Research in Management), 9(2), 229–240. https://doi.org/10.37888/bjrm.v9i2.998